Thursday, 10 November 2011

Manfaat membaca Al-Quran dalam kehidupan.

Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya, tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya, Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya.

           Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan, nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya, terutama untuk kehidupan. Di antara manfaat itu adalah:
1. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya.
2. Ketika membaca al-Qur'an, Allah akan menegur diri kita pada setiap ayat-ayat-Nya.
3. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan, seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah.
4. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya.
5. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia.
6. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia, karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya.
7. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu.
8. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan, dan mengambil manfaat darinya.
9. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk, hati yang damai dan pikiran yang jernih, sehingga membuatnya ingin selalu beramal, kreatif, inovatif dan produktif.
10. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan, di saat orang lain merasakan kesedihan, kecemasan dan rasa pesimis. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayat-Nya yang lembut.
11. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat.'
12. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah.
Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir, merenung dan beramal sebanyak-banyaknya.

Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita...Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an...Amiin
wallahu a'lam 

(Poin-poin di atas ditulis berdasarkan pengalaman pribadi selama 16 tahun hidup bersama al-Qur'an)


Salah satu cara menghafal Al-Quran

Segala pujian hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita MuhammadKeistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:, kepada keluarganya, dan para sahabat seluruhnya.
1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali
5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.
10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.
JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harusmembaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginyadari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap
 hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?
Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.
APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ
“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad no. 15578).
Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.
-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.
-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.
-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.
-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.
-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.
-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:
- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.
- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.
- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.
- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.
- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama(mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.
BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:
1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.

2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.

3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.

4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal halaman sebelahnya.

5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.
[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi]
Sumber: al-atsariyyah.com

RAHSIA DI BALIK NIKMATNYA MENGHAFALKAN AL-QUR'AN


1. Adanya inspirasi
  Orang yang ingin menghafal al-Qur'an biasanya lahir dari keinginannya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu memindahkan ayat-ayat al-Qur'an yang demikian banyak ke benak dan memory kita. biasanya inspirasi ini datang ketika kita mendengar pengalaman, cerita dan kisah seorang hafiz. 

Lalu dari cerita itu muncullah keinginan untuk bisa seperti dia. Kebanyakan yang membuat semangat sangat kuat adalah ingin bertaqorrub kepada ALlah via 'surat cinta-Nya'. Selain itu, ia juga terdorong dari kemampuannya yang rasa-rasanya tidak jauh beda dari orang yang dia dengar ceritanya. 

Artinya, mungkin ia berpikiran: "Kalau dia aja bisa, kenapa saya tidak bisa? Berarti saya harus bisa." Wong makannya sama, nasi, 'keluarnya' sama, jalannya sama, matanya sama, tidurnya juga sama dan yg penting lagi Tuhannya juga sama. Nah, dari sinilah muncul keinginan untuk menghafal al-Qur'an. Mengingat begitu besarnya derajat orang yang menghafal al-Qur'an dan mengamalkannya di sisi Allah. Dan itu adalah ganjaran khusus and spesial buat mereka. Pastinya kita akan termotivasi doong. Selain itu juga orang mau bekerja keras all out menghafal al-Qur'an karena, al qur'an berfungsi sebagai lahirnya banyak inspirasi dan ide-ide brilian. 
  Coba alami dan buktikan sendiri. Pas anda bacaa al-Qur'an dgn penuh peresapan dan penghayatan, pasti makna-makna yang dikandung ayat-ayatnya akan mengalir dalam pikiran dan alam bawah sadar anda. Khitab (wejangan-wejangan) ilahi akan mengalir deras dalam pikiran dan otak anda. Makna demi makna, pemahaman demi pemahaman menguasai memori anda. Apa yg anda rasakan saat itu? 

Paham, tambah sesuatu yg baru ttg isi kandungan al-Qur'an...atau malah BINGUNG DAN NGANTUK?? Pasti yg biasa kita rasakan -diawal-awal- yg terakhir itu. Biasanya bagi orang yang pertama kali belajar interaksi butuh waktu tuk bisa paham dan melakukan tadabbur (penghayatan). Kalau jarang-jarang mah, stengah2 dapetnya. 

Untuk lebih jelasnya, anda perlu tahu pengalaman berharga Dr.Yusuf Qordhowi. Tau khan?! Diceritakan bahwa setiap kali beliau membaca al-Qur'an dgn penuh penghayatan dan tadabbur, beliau langsung mendapatkan inspirasi tentang suatu hal. Karena mendalam dan padatnya isi al-Qur'an bak samudra tak terbatas, hampir setiap ayat yang beliau lewati ada saja keinginan untuk beliau bukukan dalam sebuah karya kitab. Dan nyatanya benar. 

Saat ini beliau termasuk ulama besar Islam yang paling produktik dengan berbagai karya-karya besar untuk umat ini. Dan tentunya itu semua berawal dari inspirasi yg beliau peroleh dari perenungan panjang bersama ayat-ayat Allah swt. So, bagaimana dengan kita?! Mari kita contoh jejak langkah beliau dalam berinteraksi dgn al-Qur'an. Itu baru sekilas yg kita tahu. Padahal masih sangaaat banyak faedahnya...
2. Yakin / Believe
  Orang yang belajar al-Qur'an harus yakin dengan kebesaran Allah swt. Karena Qur'an bukanlah bahasa manusia. Bukan ucapan makhluk lainnya. Tapi ia adalah firman Allah dan perkataan-Nya yg agung dan mulia. Makanya sangat patut jika kita, setiap muslim untuk selalu yakin dengan janji-janji dan pesannya yg sangat mulia. Tidak ada kebatilan di dalamnya. 
  Oleh karena itu siapapun kita ketika hendak membaca dan interaksi dgn al-Qur'an maka harus percaya bahwa setiap kalimat, perintah, larangan dan seluruh instruksinya harus direspon sepenuh hati. Yakin bahwa segala titah-Nya membuat kita yakin dengan hidup ini. Yakin dengan nasib dan masa depan kita yang cerah. Yakin bahwa jika kita menjadikan al-Qur'an imam (leader) dalam hidup ini maka kita akan sukses, bahagia, jaya dan mendapat ridha dan berkahnya. Semakin banyak kita baca al-Qur'an dengan baik, benar dan rutin maka akan semakin baik pula hubungan kita diri sendiri, dgn alam sekitar dan kehidupan pada umumnya.

3. Bertindak
  Faizaa 'azamta fatawakkal 'alallah (Apabila kamu sudah bertekad bulat maka bertawakkallah kepada Allah..) Begitu kata Allah dalam al-Qur'an. Pada aktivitas apapun kalau kita sudah oke dan matang dalam perencanaan, maka satu-satu action yang bisa mewujudkan rencana itu adalah segera bertindak (action). Jika anda sudah bulat untuk menghafal al-Qur'an dengan segala kesiapannya maka lakukanlah segera. Luangkan waktu anda secara lebih untuk al-Qur'an dan semua aktivitas penunjang lainnya, seperti mencari komunitas para huffaz dll. Karena setidaknya ada 2 macam kebiasaan yang akan anda temui pada saat melakukannya. Yaitu membosankan. Dan yang kedua, harus ekstra sabar, karena monoton. Apabila kita menghafal seorang diri khawatir kita akan menghadapi banyak hambatan yang tak terselesaikan yang pada akhirnya berujung pada kemalasan dan hilangnya gairah. Akhirnya BERHENTI DI TENGAH JALAN. Tapi kita jangan berkecil hati, karena kata sebuah pepatah:
  من عرف ما يطلب هان عليه ما يبذل
  Siapa yang mengenal seluk-beluk apa yang ia cari
  Maka akan mudahlah apa yang kerahkan

  Jadi jelas menghafal al-Qur'an adalah yang utama daripada aktivitas lainnya. Belajar al-Qur'an itu -dengan segala ilmu yg dikandungnya- adalah suatu pekerjaan yang terbaik seperti kata nabi kita:
  خيركم من تعلم القرآن وعلمه
  "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya."
  Jangan sampai kita diistilahkan orang yang NATO 'No Action Talk Only' atau OMDO (Omong doan gak berbuat). Saya yakin kalau anda sudah menghafal pasti anda tidak akan pernah puas dibuatnya untuk terus beramal dan beramal sampai bertemu Sang Khaliq dengan kepuasan mencintai al-Qur'an.

4. Sabar
  Pengalaman saya mengatakan bahwa nampaknya pekerjaan yang paling menantang dan harus ekstra sabar adalah menghafal al-Qur'an. Saya katakan ekstra sabar karena kita akan melakukan pekerjaan yang sangat lama, konsentrasi dan fokus. Saat menghafal, bayangkan anda harus sabar dengan ayat demi ayat, halaman demi halaman, lembar demi lembar, surat demi surat dan juz demi juz yang anda lalui. Belum lagi kemonotonan yang hinggap. Dan juga gangguan sana-sini yang memaksa kita untuk 'membelok' dari aktivitas menghafal. Begitu pula dengan variasi ayat-ayatnya yang panjang dan pendek, kalimat ada yang sulit dibaca (ayat mutasyabihat) dan serupa tapi tak sama. yang lainnya, suara harus dijaga jangan sampai habis dan serek. Dll. Tapi jangan khawatir itu semua akan menjadi kenangan indah yang takkan terlupakan seumur hidup bagi sebuah cerita kesuksesan anda. Itu akan menjadi cermin ketahanan dan kekuatan anda dalam menghadapi persoalan hidup. Itulah yang penulis alami. Syukur walhamdulillah. 

5. Konsisten

  Seorang yang sedang menghafal al-Qur'an hendaknya selalu konsisten dengan pekerjaannya itu. Konsisten dalam arti ia bisa rajin dan rutin menghafal ayat demi ayat, walau menemukan kesulitan di tengah jalan. Karena tabiat menghafal al-Qur'an itu susah-susah gampang. Kadang kita dihadapkan dengan ayat-ayat yang sudah familiar (sering kita dengar) seperti ولله ما فى السموات والأرض, والله على كل شيء قدير, atau juga dengan ayat-ayat yang pernah kita hafal dan pernah kita dengar secara tidak sengaja saat lewat di samping masjid atau musholla yang sedang diperdengarkan lantunan al-Qur'an dll. Tentunya itu akan sangat membantu kita dalam menghafal dan membuat kita lebih bersemangat lagi. Inilah yang kemudian kita terbersit dalam hati, 'Lah ternyata menghafal al-Qur'an itu mudah yah..' eit baru ngerasain neh. Kalo kamu sudah merasa ada banyak kemudahan dan terbantu dengan faktor-faktor eksternal seperti di atas, maka bersukurlah atas karunia ALlah pada anda. Ternyata betul, bahwa janji Allah itu benar adanya. Coba simak kembali ayat:

ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر
"Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur'an itu untuk dipelajari (dihafal dll). Lalu apakah ada yang mau mengambil pelajaran darinya." (Al Qur'an surat al-Qomar)
   
Bayangin aja sobat, teman...
  Betapa Allah selalu memanjakan diri kita dengan pembelajaran dalam hidup ini, selama kita ada usaha dan konsisten. Kayaknya kita harus sadar dan berpikir lagi bahwa menghafal al-Qur'an yang dibayangkan sebagai momok yang menyusahkan dan menyita rasa 'cape' itu harus segera dienyahkan dari pikiran kita. 
  Penulis yakin, anda yang saat ini tengah berupaya menghafal al-Qur'an atau ingin menghafal al-Qur'an, hal pertama yang harus dihadirkan dalam pikiran adalah perasaan mudah, berjuang dan percaya dengan janji Allah bagi orang-orang yang mau berusaha. Karena passwordnya adalah فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.

  So, ya jalanin aja prosesnya. Toh emang begitu karakternya. Bahkan bukan cuma saat kita sedang menghafal al-Qur'an. Tapi juga dalam hal lain yang sifatnya menantang dan menguji nyali kita. Yang penting kita tetap yakin pada Allah dan ulet dalam melakukannya sampai Allah sampaikan kesuksesan atas apa yang kita cita-citakan.

6. Komunitas.
   
  Kata nabi kita, المرء مع من أحب 'Seseorang itu bersama orang yang disukai. Dalam hal apapun. Apalagi kalo bicara menghafal al-Qur'an. Orang yang sedang 'ngafal al-Qur'an jelas harus punya komunitas tersendiri. Walaupun dalam kategori ini langkah dan tidak banyak, mengingat tidak banyak kaum muslim yang memiliki atensi yang besar dengan 'yang satu ini'. Yang pasti ada. Tinggal kita mencari 'komunitas pilihan Allah' ini. 

  Alhamdulillah, selama menghafal dulu, penulis berteman dengan pafa huffaz yang 'aktif' dengan pekerjaannya, yaitu review (muroja'ah) hafalan, mengkaji isinya, tadabbur ayat-ayatnya dan men-charge spirit dengan 'kekuatan' al-Qur'an (baca: kekuatan Allah). Kalo tidak salah, sekitar 20 orang huffaz yang penulis akrabi. Mereka itu adalah KH. Abdul Aziz abdul Rauf Lc (Inspirator penulis dalam menghafal), Ust. Sufyan Nur, ust. Yusron Bakar, ust Hizbullah Undu, ust. Abdus shomad, ust. Munir, ust. Muzzammil dan lainnya (selebihnya penulis lupa). Dari mereka inilah saya menimba banyak hal. Pengalaman, curhat, diskusi dan hal-hal lainnya seputar Interaksi dengan al-Qur'an. Itu yang penulis alami dahulu saat 'berguru' di al-Hikmah, Bangka tahun 1992 -an. Tentunya tema al-Qur'an di blog ini adalah salah satu dorongannya. Tapi sebenarnya banyak lagi perasaan-perasaan dan hikmah-hikmah lainnya yang saya rasakan untuk kehidupan. 
   
  Saat ini saya juga aktif di Forum Penghafal al-Qur'an dengan nama 'Muntada Ahlil Qur'an' (The Quranic Community), tempat 'ngumpulnya' para sahabat dan pecinta al-Qur'an. Insya Allah forum ini akan membantu siapa saja -termasuk anda tentunya- untuk belajar al-Qur'an dan Islam. Forum ini melayani anda secara indoor, out atau juga online bagi yang sibuk dan berdomisili jauh dari kantor sekretariat Muntada. 

7. Kerja keras

  Anda yang ingin menjadi seorang hafiz harus bekerja keras, layaknya orang yang siap mencapai kesuksesan. Karena aktivitasnya ini lebih bernilai ibadah di sisi Allah dari pada tujuan2 lain, maka selain itu ia harus ikhlas dalam melakukannya. Ingat, menghafal al-Qur'an berarti melestarikan terjaganya keaslian al-Qur'an dari penyimpangan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka-mereka yang sabar dan bekerja keras inilah para pilihan Allah swt. Malah, kerja kerasnya melampaui panjangnya usia waktu siang dalam malam. Karenanya kita -Insya Allah- yang tengah menempuh cita-cita ini, harus meresapi betul arahan nabi tentang interaksi ini. Beliau bilang:

وارزقنا تلاوته آناء الليل وأطراف النهار

   
Dan karuniakanlah kami agar dapat membacanya di awal malam dan di ujung siang...

  Jauh-jauh sebelum kita, Zaid bin Tsabit -sekretaris wahyu Allah- pernah mengatakan 'Memindahkan sebuah gunung dari satu tempat ke tempat yang lain masih lebih ringan bagiku daripada harus membukukan berbagai ayat-ayat al-Qur'an yang sudah tercecer tak menentu.' Karena dahulu itu ayat-ayat al-Qur'an terpencar tidak menentu, lantaran banyaknya sahabat yang hafal dan melestrarikannya di mana-mana. Wow, betapa berat dan besarnya aktivitas itu.

  Dalam sebuah hikmah dikatakan bahwa besarnya ganjaran suatu perbuatan itu bergantung pada kadar perbuatan tersebut. Nah, pastinya Allah akan melebihkan para hamba-Nya yang berkontribusi dalam melestarikan wahyu-Nya daripada aktivitas-aktiviitas lainnya. Bahkan kata nabi SAW, derajat para hamalatul Qur'an menyamai derajat kenabian. Hanya saja sang penghafal al-Qur'an tidak menerima wahyu. Subhanalloh...Tidak inginkah kita menjadi hamba-hamba pilihan-Nya yang dianggap sebagai keluarga-Nya di dunia..

  'Ya Allah jadikanlah kami hamba-hamba pilihan-Mu dan kekasih-Mu dengan al-Qur'an ini...' Amiiin





Hasil dari http://muxlim.com/blogs/hidayathamim/di-balik-asyiknya-menghafalkan-al-quran/